Mengenal Jerawat dan Berbagai Penyebabnya Serta Pencegahannya

Mengenal Jerawat dan Berbagai Penyebabnya Serta Pencegahannya

Permasalahan jerawat kerap mengganggu penampilan

Jerawat merupakan salah satu jenis masalah kulit yang sangat menjengkelkan dan mengganggu penampilan. Sebagian besar orang-orang pasti pernah mengalami jerawat pada muka saat terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh.

Meski terkadang muncul secara tiba-tiba, tak jarang jerawat juga bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga beberapa kasus kulit jerawat yang serius dan perlu penanganan medis yang tepat.

Sebenarnya apakah jerawat itu? Apa penyebab dan bagaimana mengatasinya? Anda bisa lakukan pembersihan jerawat sambil mainkan game di Agen slot online.

Apakah Jerawat itu?

Jerawat terjadi saat folikel rambut (pori-pori) tersumbat oleh minyak yang dihasilkan oleh kulit dan infeksi bakteri. Bakteri jahat yang paling sering menimbulkan jerawat adalah propionibacterium acnes.

Jerawat biasanya muncul saat pubertas remaja antara usia 12-14 tahun. Namun, akan hilang dengan sendirinya di sekitar usia 20-an. Tempat yang paling sering munculnya jerawat adalah wajah, leher, dada, punggung, bahu, dan lengan atas.

Jerawat Neonatorum pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir pun dapat mengalami masalah kulit berjerawat. Jenis jerawat neonatorum ini biasanya menyerang bayi berjenis kelamin laki-laki.

Gejalanya kulit akan mengalami ruam kemerahan dan muncul jerawat di area wajah. Namun, masalah kulit ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Apa Penyebab Jerawat?

Penyebab jerawat memang belum bisa sepenuhnya dipastikan. Namun, beberapa peneliti menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan jerawat, antara lain:

1. Produksi Hormon Meningkat

Jerawat pada remaja dimulai dengan peningkatan produksi hormon. Selama pubertas, laki-laki atau perempuan akan memproduksi hormon androgen yang lebih tinggi.
Khusus laki-laki, hormon testoteron juga akan dihasilkan. Hormon tersebut akan membuat kulit lebih banyak memproduksi sebum yang memicu tumbuhnya jerawat.

2. Infeksi Bakteri

Saat produksi minyak sebum berlebih, pori-pori kulit dapat tersumbat. Terutama di area wajah, leher, dada, dan punggung. Apabila pori-pori yang tersumbat ini terinfeksi bakteri, maka akan semakin meradang dan terbentuk jerawat.

Jika dinding pori-pori kulit pecah dan terbuka, akan terbentuk pustula atau papula, jenis jerawat yang berat dan berisi cairan kekuningan.

3. Konsumsi Obat-obatan Hormonal

Tergantung jenis obat yang dikonsumsi, pil KB dapat memicu jerawat pada sebagian kulit wanita. Namun, kontrasepsi suntik dan alat kontrasepsi IUD juga bisa menimbulkan jerawat.

Selain ketiga hal di atas, ada juga beberapa hal dapat menyebabkan jerawat, seperti:
-Masalah hormon yang menyebabkan minyak berlebih pada kulit menyumbat pori-pori
-Keturunan
-Penggunaan kosmetik
-Stres
-Kurang menjaga kebersihan wajah
-Makanan, biasanya kacang atau produk olahan susu
-Orang yang pada masa remaja tidak pernah berjerawat, masih bisa mengalami masalah kulit berjerawat di usia dewasa atau usia lanjut.

Beberapa peneliti telah menjelaskan hal ini terkait dengan bagaimana respons tubuh seseorang saat menghadapi peningkatan produksi minyak (sebum) atau bakteri penyebab jerawat.
Jika minyak berlebihan dapat menghambat pori-pori kulit dan terinfeksi bakteri, tentunya bisa menyebabkan peradangan atau jerawat.

Obat Jerawat Paling Ampuh Berdasarkan Tingkat Keparahan Jerawat

Selain mengganggu penampilan, jerawat bisa saja terasa sakit
Menemukan obat jerawat paling ampuh umumnya mesti disesuaikan dengan penyebab munculnya jerawat. Berbagai jenis obat jerawat yang dijual bebas memiliki bahan aktif dengan cara kerja yang berbeda-beda pula.

Berikut ini adalah deretan bahan aktif yang umumnya digunakan dalam produk obat jerawat yang dijual bebas:

1. Benzoil peroksida

Bahan berupa benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri-bakteri yang menyebabkan timbulnya jerawat. Zat ini juga membantu dalam mengurangi produksi minyak (sebum) berlebih pada kulit dan menyingkirkan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.

Obat jerawat yang dijual bebas biasanya mengandung mengandung benzoil peroksida dengan kekuatan 2,5 sampai 10%.

Efek samping penggunaan benzoil peroksida meliputi kulit kering, bersisik, kemerahan, serta nyeri seperti terbakar. Efek samping ini lebih sering muncul pada mereka yang memiliki kulit sensitif.

2. Asam salisilat

Asam salisilat dalam obat untuk jerawat berfungsi mencegah penyumbatan pori-pori. Kekuatan pada asam salisilat dalam produk obat jerawat yang dijual bebas umumnya berkisar antara 0,5 sampai 5%.

Efek samping penggunaan asam salisilat pada kulit berjerawat adalah sensasi perih dan iritasi kulit.

3. Asam alfa hidroksi

Asam alfa hidroksi atau alpha hydroxy acid (AHA) bekerja mengatasi jerawat dengan cara membuang sel-sel kulit mati dan mengurangi peradangan pada kulit. Bahan aktif ini juga menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru yang lebih halus.

Dengan ini, obat jerawat paling ampuh yang mengandung asam alfa hidroksi bisa memperbaiki kondisi kulit dari bekas jerawat sekaligus mengecilkan pori-pori.

4. Sulfur

Sulfur akan membantu tubuh untuk membuang sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Bahan ini juga berfungsi mengurangi kelebihan minyak di kulit.
Efek samping dari penggunaan sulfur adalah kulit kita akan menjadi kering. Selain itu, beberapa produk mengandung sulfur juga memiliki bau menyengat.

-Kombinasi obat jerawat paling ampuh atas rekomendasi dokter

Kebanyakan orang yang mengalami masalah jerawat harus mencoba berbagai macam jenis pengobatan, sebelum akhirnya menemukan obat jerawat paling ampuh untuk mengatasi masalah kulitnya.

Tak jarang diperlukan kombinasi pengobatan oral (minum) dan topikal (oles) untuk menangani jerawat yang membandel. Karena itu, butuh bantuan dokter untuk melakukannya agar tetap aman dan efektif.
Pengobatan jerawat membandel membutuhkan kesabaran. Akan butuh waktu beberapa minggu sebelum hasil pengobatan mulai terlihat.

Bahkan terkadang kulit terlihat semakin meradang sebelum akhirnya membaik. Namun Anda sebaiknya tidak menghentikan pengobatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Jika masalah jerawat termasuk cukup serius, selain pengobatan dengan bahan-bahan aktif di atas, dokter juga bisa memberikan obat antibiotik. Obat ini berfungsi membunuh bakteri penyebab jerawat.
Obat jerawat paling ampuh lainnya yang mesti didapat dengan resep dokter adalah pil kontrasepsi untuk wanita yang mengalami masalah jerawat akibat hormon, dan isotretinoin untuk membantu mengurangi produksi minyak pada kulit.

-Pil kontrasepsi sebagai obat jerawat paling ampuh

Pil kontrasepsi sebagai obat jerawat seringkali diresepkan untuk perempuan sehat yang kebetulan juga membutuhkan kontrasepsi. Pill KB juga bisa menjadi pilihan obat jerawat paling ampuh setelah pengobatan dengan krim oles dan antibiotik oral tidak efektif dalam mengatasi jerawat.

Kemunculan jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. Sebum merupakan minyak yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di kulit. Sebum berlebih akan menyumbat pori-pori. Sebagai akibatnya, risiko pertumbuhan bakteri penyebab jerawat turut meningkat. Produksi sebum dipengaruhi oleh androgen, yaitu sekumpulan hormon yang di dalamnya termasuk testosteron.

Normalnya, indung telur dan kelenjar adrenal pada wanita hanya memproduksi androgen dalam jumlah sedikit. Jika produksinya terlalu tinggi, dampaknya adalah produksi sebum yang terlalu banyak.
Penggunaan pil kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron dapat mengurangi kadar androgen di tubuh penderita jerawat. Efek yang diharapkan adalah berkurangnya produksi sebum dan menghilangnya jerawat.

Prosedur medis sebagai alternatif obat jerawat paling ampuh

Bersama pengobatan jerawat secara oral dan topikal tersebut, mungkin juga diperlukan tindakan perawatan kulit berjerawat yang meliputi:

Pengelupasan atau chemical peel guna membuang sel-sel kulit mati dan mengurangi penampakan bekas jerawat. Terapi laser untuk mengurangi jerawat dan menghilangkan bekas-bekas jerawat. Tindakan bedah guna membuang jerawat kistik yang tidak mempan diatasi dengan obat-obatan. Suntikan obat kortison pada jerawat kistik.

 

Kortison adalah salah satu jenis kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiradang. Orang yang mengalami masalah jerawat parah dan menahun perlu sabar dalam mencoba berbagai jenis pengobatan sampai menemukan kombinasi obat jerawat paling ampuh. Umumnya, butuh bantuan dokter kulit agar proses mengatasi jerawat bisa dilakukan dengan aman.

Jika pengobatan jerawat sudah berhasil pun, penanganan dan perawatan kulit juga sebaiknya dijalankan secara konsisten demi mencegah jerawat muncul kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *